Pratikum Sesi 9 Introducing Laravel
Pratikum Sesi 9 Introducing Laravel
Assalamualaikum Wr.Wb.
pada blog kali ini saya akan menjelaskan tentang salah satu framework yaitu Laravel. jadi, Laravel adalah Framework atau bahasa indonesianya kerangka kerja adalah sebuah software untuk memudahkan para programmer membuat aplikasi atau web yang isinya adalah berbagai fungsi, plugin, dan konsep sehingga membentuk suatu sistem tertentu. Dengan menggunakan framework, sebuah aplikasi akan tersusun dan terstruktur dengan rapi.
langsung saja ke studi kasus 1 yaitu membuat 3 rute berbeda dengan tipe GET berdasarkan bentuk umum penulisan Route
1.kita masuk terlebih dahulu ke folder Laravel kita yang sudah dibuat, masuk ke folder Route->web.php
nah disitu kita bisa membuat Routesnya.
Route::get('/contoh', function(){
echo "ini contoh yang ke-1 yaa...";
});
Route::get('/contoh2', function(){
echo "kalau ini contoh yang ke-2";
});
Route::get('/contoh3', function(){
echo "kalau ini contoh yang ke-3";
});
kita bisa panggil routers tersebut dengan 2 cara yaitu menggunakan localhost dan artisan serve
lalu untuk studi kasus 2 kita disuruh untuk membuat view dan di panggil di routes
caranya yaitu kita buat file terlebih dahulu di folder resources->views
nah disitu kita buat file nya dengan memberi nama = namafile.blade.php karna di views ini sudah menggunakan template blade sehingga penamaan filenya harus menggunakan .blade.php
Route::get('/contohsatu', function () {
return view('contohsatu');
});
Route::get('/contohdua', function () {
return view('contohdua');
});
Route::get('/contohtiga', function () {
return view('contohtiga');
});
langsung saja ke studi kasus 1 yaitu membuat 3 rute berbeda dengan tipe GET berdasarkan bentuk umum penulisan Route
1.kita masuk terlebih dahulu ke folder Laravel kita yang sudah dibuat, masuk ke folder Route->web.php
nah disitu kita bisa membuat Routesnya.
Route::get('/contoh', function(){
echo "ini contoh yang ke-1 yaa...";
});
Route::get('/contoh2', function(){
echo "kalau ini contoh yang ke-2";
});
Route::get('/contoh3', function(){
echo "kalau ini contoh yang ke-3";
});
kita bisa panggil routers tersebut dengan 2 cara yaitu menggunakan localhost dan artisan serve
lalu untuk studi kasus 2 kita disuruh untuk membuat view dan di panggil di routes
caranya yaitu kita buat file terlebih dahulu di folder resources->views
nah disitu kita buat file nya dengan memberi nama = namafile.blade.php karna di views ini sudah menggunakan template blade sehingga penamaan filenya harus menggunakan .blade.php
Route::get('/contohsatu', function () {
return view('contohsatu');
});
Route::get('/contohdua', function () {
return view('contohdua');
});
Route::get('/contohtiga', function () {
return view('contohtiga');
});
Studi Kasus 3
Analisis cara mengirim data ke view menggunakan cara 1 dan cara 2,
apa perbedaannya? Dimana letak perbedaannya? Apa kekurangan dan
kelebihan masing-masing cara tersebut?
Cara 1 (array)
- Kelebihan :
Saat
memanggil data dapat dilakukan dengan mudah, yaitu cukup memanggil
variable $data atau variable dari array, yang dimana maka secara
otomatis semua data di variable tersebut akan langsung terpanggil.
- Kekurangan :
Tidak dapat mengambil data sesuai dengan keinginan kebutuhan kita..
Cara 2 (compact)
- Kelebihan :
Kita
bisa mengambil data sesuai dengan keinginan kita dengan memanggil nama
variable yang ingin kita panggil dengan menggunakan compact().
- Kekurangan :
Jika
data/variable yang akan dipanggil cukup banyak, cara ini menjadi tidak
efisien karena kita harus memanggil semua data secara manual/satu per
satu.
terima kasih sudah mampir ke blog kami
akhir kata,
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Comments
Post a Comment